Minggu, 15 Mei 2016

Trip Plan Explore Lombok dan Nusa Tenggara


Ini baru rencana perjalanan aja berikut segala informasi yang sekiranya diperlukan dalam rencana penjelajahanku ke Flores dan NTT. Belum tau kapan perginya. Tapi berharap sambil bersiap siap boleh dong, siapa tahu kesampaian, hehehe...
Mungkin lebih tepat kalau di katakan ini adalah salah satu dari wish list ku. Ok.

Dari tanggal tanggal dimana harga pesawat terbilang cukup murah di airpaz.com aku mendapatkan tanggal 6 Juni 2016 jam 05.00 - 07.55 dengan tujuan Jakarta - Lombok by Lion Air Rp. 511.968. Tentu saja ada banyak tanggal lain yang juga murah harganya, ini cuma untuk patokan saja.
Dari bandara International Lombok jalan ke bagian depan kanan airport disana ada pool DAMRI. Beli tiket seharga Rp. 35.000 dan bus akan mengantar sampai Senggigi. Perjalanan butuh waktu kira kira 2 jam.


Sumber : travellers.web.id
Tiba di pool Damri di Senggigi ( dekat Pasar Seni Senggigi ) bisa naik angkot atau ojek ke penginapan. Dari penginapan sewa mobil atau motor menuju ke tempat tempat wisata di lombok. Sewa kendaraan bisa melalui hotel. Untuk arah ke tempat wisata gunakan saja Google maps. Rencana menginap di Lombok 2 malam. Semalam untuk jelajah kota Senggigi, semalam lagi buat ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
Info sewa mobil di Lombok : Pak Olki +6281915988389

Option penginapan di gili Trawangan : Jambu homestay Rp. 200.000/ malam

Tempat wisata yang ingin di kunjungi :
Lombok Barat :

  • Pura Batu Bolong
  • Hutan Sesaot
Lombok Utara
  • Gili Trawangan
  • Gili Air
  • Gili Meno
  • Air Terjun Tiu Kelep
  • Air Terjun Sendang Gile
  • Air Terjun Tiu Teja
Lombok Tengah
  • Pantai Kuta
  • Pantai Tanjung A'an
Lombok Timur
  • Pantai bloam
Transportasi dari senggigi ke Gili Trawangan :

1. Naik travel Perama Tour n Travel. kantornya di jalan Raya Senggigi dekat pasar seni.
Harga tiket Rp. 150.000. Berangkat jam 08.30 WITA. Perjalanan sekitar 45-60 menit ke teluk Kodek. dari teluk Kodek ke Gili Trawangan 10 menit.
Gili Trawangan - Senggigi Rp. 100.000. kalau ambil pp lebih murah Rp. 20.000.
Telp : 361 751875
Hotline : 361 750808

2. Dengan public transport

Dari Pantai senggigi menuju Pelabuhan Bangsal:
- Naik taksi. Ada banyak taksi yang mangkal di sekitaran pantai Senggigi
- Naik motor/ mobil sewaan. Di Senggigi banyak rental mobil/ motor
- Angkutan umum. Naik angkutan umum bisa menjadi alternatif murah menuju Pelabuhan Bangsal. Biasanya mereka mangkal di dekat Hotel Sheraton Senggigi. : jalan raya Senggigi km 8, Lombok Barat.

- Naik shuttle bus, tanya di rental motor atau hotel tentang shuttle ini. Harganya Rp. 40.000 - 75.000 include tiket public boat ke Gili Trawangan.

Nah setelah sampai di Pelabuhan Bangsal kita tinggal memilih tujuan kita kemana, apakah ke Gili Meno atau ke Gili Air dengan tarip yang berbeda. Kapal akan berangkat setelah menunggu penumpang cukup. Lama perjalanan sekitar 35 menit.

Bangsal - Gili Trawangan = Rp.15.000
Bangsal - Gili Meno = Rp. 13.000
Bangsal - Gili Air = Rp. 12.000


Transportasi di Gili Trawangan adalah dengan menyewa sepeda Rp. 50.000/ hari atau dengan Cidomo/ andong Rp. 75.000 - 100.000 sekali jalan dengan kapasitas 6 orang penumpang.
Makanan yang murah ada di warung milik ibu Dewi. Letaknya masuk gang dekat public boat ticketing office Gili Trawangan, tepatnya berada di dalam pasar tradisional. Harga per porsi mulai dari Rp. 10.000

Aktifitas di Gili Trawangan : snorkeling. Rata rata biaya untuk snorkeling trip adalah sebesar Rp. 120.000 dengan jadwal berangkat pukul 10.30 - 15.00 WITA. Paket ini termasuk snorkeling gear lengkap air mineral dingin dan makan siang. Kapalnya menggunakan glass bottom boat. Rutenya keliling 3 Gili yaitu : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Ada juga operator lain yang menjual paket sunset jam 15.00 - 19.30 WITA.
Untuk mengikuti tour sebaiknya datang ke Gili Trawangan sebelum jam 10 pagi untuk mendaftar paket di kios kios sepanjang pantai Gili Trawangan karena lewat dari jam 10 kapal sudah berangkat dan terpaksa harus sewa kapal sendiri..
Kalau tidak bisa berenang sebaiknya sewa life jacket juga seharga Rp. 10.000 karena paketnya cuma dapat alat snorkle dan google. Atau kalau tidak mau snorkeling ke 3 Gili bisa snorkeling di pinggir pantai Gili Trawangan saja dengan menyewa peralatan yang dibutuhkan.

Jelajah P. Komodo

Bisa menggunakan salah satu jasa Tour yaitu Kencana Adventure. Alamat : jalan Senggigi Km 2, Lombok Barat.
websites : kencanaadventure.com
Paket yang 6D5N tujuan Lombok to Lombok deck class Rp. 3 juta/ org. Shared cabin max 4 orang Rp. 3,5 juta/ org
Selesai tour sekitar jam 11 pagi di Lombok Harbour. Dari Lombok Harbour tersedia shuttle menuju Mataram City atau Senggigi area. Tiba di Mataram City jam 1.00 pm, di Senggigi jam 2.00 pm. 

Dari Mataram ke Labuan Bajo

Dari Terminal mandalika Mataram beli tiket bus DUNIA MAS langsung jurusan Labuan Bajo Rp. 250.000. Lama perjalanan 30 jam start jam 3 sore. Tiba di labuan Bajo jam 4 sore . Menginap di Labuan Bajo 2 malam.

Tempat wisata di labuan Bajo :

Liat sunset sambil makan minum di Paradise Bar
Gua Batu Cermin 4 km dar labuan Bajo, bisa naik kendaraan umum atau sewa ojek
Airterjun Cunca Wulang dan Goa Rodal, 30 km sebelah timur Labuan Bajo. naik ojek/ sewa motor
Kampung Melo 17 km dari Labuan bajo. Sewa motor/ ojek/ bus jurusan Labuan Bajo - Ruteng
Perjalanan dengan travel rute Labuan Bajo - Ruteng 4 jam,Ruteng - Ende 7 jam, Ruteng - Bajawa 4 jam

Alamat dan nomor telepon travel : Bensa Ekspress : 08129738591, 081288093692 Benteng Travel : 085238417777 Gunung Mas Travel : 081339380830 , 085239322000 Sewa Mobil: Flores Exotic Tour, Jalan Kakatua 8 Ngencung Ruteng 86511 Flores Tel + 62 385 270 50 22 , + 628123662110 E-mail :info@floresexotictours.com Branch Office : Jalan Wae Bo,Lancang,Kel.Wae Kelambu,Labuanbajo Mobile .+6285253811110

Tempat penginapan di Ruteng :
Susteran St. Maria Berdukacita, Jalan Ahmad Yani No. 45, Ruteng Tel 0385 22834.

Hotel Sindha, Jalan Yos Sudarso No. 26, Tel 0385 21197 
Hotel Rima, Jl. Ahmad Yani Tel 0385 22196 
Hotel Maryo’s di Jalan Poco Komba, Kampung Leda, Ruteng, Tel 0813 530 69572 (Felix). Email: f_de_rozari@hotmail.com. 
Hotel Bunga di Jl. Merak Nekang, Ruteng, Telp. 0812 3771 3074 
Hotel Dahlia Jl. Bhayangkara No. 18 Telp. 0385 21377 

Manggarai
Tempat wisata :

Danau Sana Nggoang
Cancar ( jaring laba laba ) di kampung Cara 17 km sebalah barat Ruteng
Ruteng Pu'u 3 km dari Ruteng
Situs Liang Bua
Air terjun Tengkulese
Kampung Todo
Wae Rebo

Menuju Wae Rebo

Pakai travel Labuan Bajo - Ruteng 6 jam perjalanan. Menginap di Susteran Maria Berduka Cita.
Transportasi dari ruteng ke Denge atau Dintor ( Dintor adalah desa di dekat Denge ) tidak banyak. Ada bemo tapi tidak beroperasi tiap hari. Yang tersedia tiap hari adalah oto kayu, truk yang bagian belakangnya dibuat untuk penumpang duduk. Oto ini berangkat dari Terminal Mena di ruteng sekitar jam 9 - 10 pagi. Sampai di denge sekitar jam 2 siang. Pilihan lainnya adalah ojek dari Ruteng ke Denge harganya sekitar Rp. 150.000-200.000  
Di Dintor ada penginapan namanya Waerebo logde, yang dimiliki oleh Pak Martinus Anggo. Sedangkan di denge, desa terakhir sebelum naik ke Wae rebo ada homestay Wejang Asih milik Pak Blasius Monta , telp : 0812339350775
Dari Denge baru trekking ke Wae rebo 
 


Informasi :
Travel Labuan Bajo – Ruteng : 70 ribu (4-5 jam)
Oto kayu Ruteng – Denge/Dintor : 30 ribu (4 jam) dari Ruteng sekitar jam 9-10 pagi. Dari Denge/Dintor – Ruteng oto kayu start pagi-pagi sekali dari jam 3-5 pagi
Ojek Ruteng – Dintor/Denge : 150ribu-200ribu
Homestay Wejang Asih : 175 ribu/hari/orang dapat makan selama tinggal, hubungi Pak Blasius Monta 081339350775 (sms saja karena sinyal sulit)
Guide/porter ke Waerebo (wajib) : 200.000
Menginap di Waerebo : 300.000 /orang (dapat makan selama tinggal) jika tidak menginap membayar 100.000 /orang
Sebelum berkeliling desa pengunjung harus masuk ke rumah utama (rumah gendang) dan disambut dengan Upacara Wae Lu'u terlebih dahulu untuk memohon ijin kepada para leluhur untuk menerima tamu. Siapkan uang 20.000 /rombongan atau seikhlasnya sebagai sesaji.



1. Labuan Bajo – Pertigaan Pela : 2,5 jam; Pertigaan Pela – Ruteng : 1 jam; Pertigaan Pela berada diantara Labuan Bajo dan Ruteng
2. Bus dari Labuan Bajo ke Pertigaan Pela : 50rb, Travel : 80rb
3. Pertigaan Pela – Denge (desa terakhir sebelum ke Wae Rebo) : 5 jam, 25rb. Oto yang pasti Cuma ada satu kali sehari, berangkat dari Ruteng jam 11.00, sampai di Pertigaan Pela jam 12.00. Oto Pemda warna merah.
4. Denge – Wae Rebo : 3 – 4 jam, 9 km
5. Retribusi untuk Wae Rebo, per 1 Januari 2015 :
  • Menginap : 350rb
  • Guide : 200rb
  • Ada biaya untuk potong ayam per grup menginap
  • Kalau mau dianterin ke air terjun, kurang lebih jalan kaki 30 menit, membayar 50rb/orang.
6.  Denge – Ruteng, oto berangkat sehari sekali jam 02.00 dari Denge.
  • Tidak menginap : 200rb

7.  Menginap di Pak Blasius, Denge membayar 200rb/orang/termasuk 3x makan.
  
Cara Menuju Bajawa

 Naik bus pagi labuan bajo - Bajawa atau bus Labuan Bajo - Ruteng ( Rp. 40.000 ) dilanjutkan naik travel ke Bajawa Rp. 60.000.


Tempat wisata di Bajawa :

Kampung Bena 25 km selatan Bajawa

Di Bajawa bisa sewa motor/ mobil ke Bena. (Kontak Bang Dus, Travel Bajawa 0812-38256903 )

Taman laut 17 pulau, riung, 4 jam dari Bajawa


Penginapan di Bajawa :
Hotel Sliverin dengan harga mulai dari Rp 250,000. (Tel: Bintang Wisata Hotel, Jl Palapa 4 Bajawa, Kab Ngada Tel 0384 21744 
Edelweiss Hotel, Jl Jend A Yani, Bajawa, Tel: 0384 21345 
Elisabeth Hotel, Jl Inerie 4, Bajawa, Tel 0384 21223 
Sun Flower Hotel, Jl Hayam Wuruk, Bajawa, Tel 0384 21236 
Korina Hotel, Jl Jend A Yani, Tanalodu, Tel 0384 21162 
Ariesta Hotel, Jl P.Diponegoro, Trikora, Tel 0384 21292 Stela Sasandy II, Jl Soekarno Hatta Tanalodu, Tel 0384 21198 
Anggrek Hotel, Jl Letjend MT Haryono 9 Trikora, Tel 0384 21172 


Moni :


Danau Kelimutu

Pak John pemilik watugana bungalow bs minta tolong carikan sewaan mobil. Dari bungalow ke danau kelimutu 45 menit by car.
 
Penginapan di Moni :  
Bintang Lodge, Rp 250,000/malam. Tel +62 852 37906259, cafe.bintang@gmail.com (Tobias) Watugana Bungalow, Rp 150,000 – 250,000/malam, Telp: +62 813 3916 7408 (John).




Kamis, 12 Mei 2016

Pahawang ooh Pahawang



 Liburan long weekend kami kemarin tanggal 5 - 8 Mei benar benar luar biasa. Liburan yang seharusnya bisa melihat keindahan alam bawah laut Pulau Pahawang yang terkenal itu apa daya menjadi kacau. Banyak hal berjalan tidak sesuai dengan ittenary yang kami buat sebelumnya namun syukurlah masih bisa berkunjung ke Lampung Selatan pulang pergi dengan selamat dan sempat lihat konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas.
Rencana awal travelling kami ke Lampung  selama 3 hari 2 malam adalah mengunjungi Pulau Pahawang, Teluk Kiluan dan Taman Nasional Way Kambas. Yang paling semangat untuk ke Pulau Pahawang sih saya sendiri  hehehe... karena terbayang akan bersnorkeling ria untuk petama kalinya.  ( iiihh noraknya.... )
Dengan segala perbekalan dan amunisi yang super duper lengkap ( takut kelaparan di jalan, maklum emak2 ) kami berangkat subuh sekitar jam 5 lewat jalan tol ke Merak dan sampai di Pelabuhan Merak jam 11 siang. Langsung ke dermaga kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Tiket kapal sebesar Rp. 347.000 dihitung per kendaraan bukan per penumpang. Penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni sekitar  2 jam.  


Duduk disini gratis, kalo tikar dan bantal sewa Rp. 15.000


Sampai di pelabuhan Bakauheni langsung tancap gas ke arah Bandar Lampung. Nah mulailah petualangan kami.
Karena memang sudah waktunya makan siang kami bermaksud mencari tempat makan di jalan menuju Bandar Lampung. Kebanyakan adanya rumah makan padang yang mana saya kurang begitu suka. Cari cari eeh nemu rumah makan sunda, kuring kuringan gitu.  Ya sudah makan disini saja. Untuk menghemat waktu  supaya cepat kami pesan 4 paket ayam goreng, nasi dan es teh. Sederhana kan ? Tapi  ya itu nunggunya boooooo... 1 1/2 jam cuma buat menu sesederhana itu. Sayang kami ga potret, isinya betul betul cuma nasi, paha ayam goreng sepotong dan sedikit sambal belacan, cuma itu. Beda gambar beda penampakan. Digambar ada lalapan, kenyataannya secuil daunpun tak ada hehehe... Pengunjung rumah makan saat itu ga terlalu ramai sih cuma ada beberapa meja yang terisi. Entah kenapa mereka bisa lama begitu dalam melayani pelanggan. Setengah  mangkel dan bercanda kami bilang kalau rumah makan itu ganti nama saja jadi rumah makan Sabar Menanti, hahahaha.
Setelah makan kami memutuskan untuk melihat lihat ke Taman Nasional Way Kambas yang jaraknya cukup jauh sekitar 2 jam perjalanan. Hayolah, toh rencana ke Pulau Pahawangpun baru besok hari. 
Perjalanan menuju TN Way Kambas cukup lancar, jalanan yang awalnya agak rusak hanya berlangsung beberapa km saja setelah itu lancar jaya. Disana banyak tempat persembahyangan umat Hindu ( pura ).
Kami ke TN Way Kambas hanya berpatokan pada GPS saja dan setelah sampai disana  kami tiba bukan pada pintu gerbang utamanya. Rupanya TN Way Kambas ini memiliki ga cuma satu pintu masuk. Kami bertemu dengan salah seorang penjaga Taman National yang mana katanya  kami salah masuk dan TN Way Kambas sudah tutup sejak jam 4 sore tadi.  Sedangkan kami baru tiba jam 16.45. Ya iyalah wong nunggu di rumah makan aja 11/2 jam belum lagi makannya. Tapi untungnya pak penjaga baik hati. Kami diperbolehkan masuk dengan membayar sukarela saja karena memang saat itu pertunjukan gajah juga sudah selesai. Adanya cuma atraksi mandiin gajah dan foto foto saja. Ya oke lah daripada tidak sama sekali.
Nah ini oleh olehnya dari TN Way Kambas.
 
Ini pintu masuk yang benar








Kalau di Thailand pengunjung bisa ikut memandikan gajah  lho dan itu bayar. Coba kalau di sini juga bisa dibuat paket seperti itu  ya tapi tolong diperbaiki dulu  tempat mandi gajahnya ya Pak, biar agak bersih gitu. Kalau di Thailand gajahnya mandi di sungai bukan di danau kecil gitu, jadi airnya mengalir sehingga kotoran gajah ga mengganggu pemandangan.
Lihat gajah gajah di beri instruksi suruh mandi, suruh duduk atau berjalan koq bisa ngerti yah tuh gajah?  
Setelah puas foto foto kami kembali ke Bandar Lampung dan makan malam dulu di hotel Grand Anugerah.
Hotel Grand Anugerah full booked malam itu, makanannya cukup enak dan harganya juga terjangkau.
Setelah makan malam kami langsung menuju penginapan. Kami menginap di POP Hotel jalan WR. Monginsidi No.56, Durian Payung, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.
Hotelnya lumayan bagus dan bersih. Cuma kamar mandinya portable dan sempit karena memang hotel ini didesign secara minimalis. Kami memesan kamar double untuk 2 orang tapi bisa untuk 4 orang dan mereka ga keberatan karena saat kami meminta tambahan extra bed kamarnya tidak memungkinkan. Untunglah adalah sofa. dapat sarapan gratis pula, free buat 4 orang hehehe...
Keesokan harinya kami bangun, sarapan dan siap siap di jemput tour ke P. Pahawang. Dari yang katanya akan dijemput jam 7 mulur sampai jam 8. 
Kami mengikuti mobil dari tour leader yang kami ikuti untuk paket snorkeling ke Pulau Pahawang ini menuju Ketapang. Sampai di Ketapang nah ini lagi ujian kesabaran yang ke 2 setelah kejadian makan di rumah makan kuring kemarin itu, kami masih harus menunggu rombongan dari Palembang yang kata mereka keretanya datang terlambat. Satu jam kami menunggu, 2 jam..., 3 jam.... 4 jam....hoalaaaaa maaaakkk....
Walaupun kesal  menunggu masih sempat moto pelabuhan ketapang. Cantik juga kalo di foto.
 
Perahu ke P.Pahawang yang sebelah kanan
Jam 12 mereka 10 orang itu baru nongol dan kami baru benar benar berangkat menuju Pulau Pahawang sekitar 12.15. Puanaasnyaaa rek... untung  perahunya ditutupi terpal dan masih ada angin semilir semilir. Perjalanan menuju Pulau Pahawang kurang lebih 45 menit.

Sampai di Pulau Pahawang kirain bisa langsung snorkeling ternyata engga juga. Kami menunggu entah apa yang ditunggu. Saat kami tanyakan katanya kita akan makan siang dahulu. Ok.
Makan siang beres nunggu lagi... jam 2.... jam 3....wooiiii kapan snorkelingnya ???
Tour leadernya bilang kami kehabisan peralatan snorkeling jadi harus menunggu sampai orang orang selesai snorkeling. Whaaaaaattt?? ohh maigad......
Jam 3 sore sang tour leader cuma berhasil mendapatkan 5 alat snorkeling saja sedangkan pesertanya 14 orang ditambah sang tour leader dan satu rekannya. Gimana cara baginya tuh ?
Akhirnya saya memutuskan yang snorkeling hanya 2 anak kami saja sedangkan kami berdua cukup melongo aja deh liatin mereka snorkeling.
Jam 3.30 perahu baru mulai beranjak ke salah satu spot snorkeling. Saya sudah ga lagi memperhatikan nama spot spot tersebut karena  ya mangkel juga sih dan sepanjang perjalanan itu saya mengantuk digoyang goyang ombak gitu. Tapi ya biarpun ngantuk gimana juga tidurnya wong bangkunya saja tidak ada sandarannya. Salah satu alat snorkeling yang dipakai anak saya juga tidak berfungsi dengan baik  ( bocor ) karena air laut masuk ke pipa untuk bernapas, jadi akhirnya dia ga pakai alat itu. yahhh... jadi gimana liat alam bawah lautnya dong ?
Jam 18.00 karena hari sudah mulai gelap diputuskan untuk kembali ke Ketapang. Nah nih ujian ke 3, menjelang 15 menit sebelum sampai di pantai  tanpa aba aba tiba tiba angin bertiup kencang dan berrrrr.....turun hujan lebatttt... ooiiii... dinginnyaa .....
Belum lagi motor perahu mati...ohh...ohh.... Untung ( lagi ) ga begitu jauh dari tepi pantai .  Ga kebayang deh kalau harus terombang ambing di tengah laut dengan motor perahu yang mati dalam keadaan hujan lebat begitu. hiiiiii.... amit amit .... Sambil berbasah kuyup dengan galah panjang si mas tukang perahu berusaha merapatkan perahunya ke pinggir pantai. Sampai di pantai kami semua langsung berhamburan mencari tempat berteduh. Mana mobil kami diparkir agak jauh lageeee... haiyyaaaa....
Jadilah kami basah kuyup diguyur hujan wakakakak..... Karena gak enak hati akhirnya tour leadernya mengembalikan uang kami sebesar Rp. 50.000/orang dari Rp. 185.000/ orang yang kami bayar. Duh mas bukan masalah uang pengembalian tapi masalah waktu dan kesempatan berlibur yang entah kapan kami bisa berlibur lagi ke Pulau Pahawang. Seharusnya kalau memang sudah dapat peserta tour perlengkapan snorkeling sudah disiapkan dari awal  mas jadi ga kehabisan begitu :-(
Untung di mobil kami bawa baju ganti jadi ganti bajulah kami semua di mobil. ( Eiittt... jangan ada yang ngintip yaaa.... )
Ohh ya waktu turun dari perahu di P. Pahawang tas kami yang berisi baju ganti sempat jatuh ke air pula, nyemplung deh. Sebagian basah tapi mo gimana lagi namanya juga ga sengaja terjatuh.
Setelah ganti pakaian kami langsung menuju Bandar Lampung kembali ke POP Hotel. Di tengah perjalanan salah seorang kerabat suami menelpon dan menawarkan agar kami singgah di hotel mereka. Mereka mengundang kami untuk makan malam bahkan menginap di hotel mereka. Sayangnya kami terpaksa harus menolak tawaran menginap tersebut karena anak anak kami akan pulang ke kos nya masing masing hari Minggu. Kami khawatir kalau pulang hari Minggu terjadi kemacetan di jalan. Jadi kami hanya menerima tawaran mereka untuk  singgah makan malam saja. Tuh kan untung lagi. Dengan rambut basah habis kehujanan bayangkan kami makan malam di hotel yang saat itu sedang ramai ramainya dan cuma kami yang basah kuyup... 

Keesokan harinya kami check out hotel dan sebelum menyeberang ke Pelabuhan Merak atas rekomendasi salah seorang teman kami mampir ke tempat oleh oleh Yen Yen dan mengunjungi ikon nya kota Lampung, Menara Sieger sebentar.
Ini tempat oleh oleh Yen Yen.


Toko ini luar biasa sekali. Tokonya memang lebih besar sedikit dari toko toko disebelahnya, tapi ramainya.... luarrrr biasa. Macam antri sembako saja layaknya. Mending kalo gratis, ini bayar. Bayar di kasir saja antri dan berjubel. Saya malas kalau suruh antri begitu, bikin vertigo saya kumat. Saya keluar dan beli di toko sebelahnya, ga pake antri.



Menara Sieger



Rencana ke Teluk Kiluan tidak jadi karena waktunya terlalu mepet. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 4 jam melalui jalan yang berkelok kelok, sebagian rusak dan gelap. Menurut informasi dari penduduk setempat tidak disarankan untuk melakukan perjalanan di malam hari. Sedangkan waktu yang tepat untuk melihat lumba lumba sekitar jam 6 - 8 pagi. Enaknya sih kalau ke Teluk Kiluan tuh kita menginap juga di sana ya, jadi bisa santai.  Lain kali deh kalau ada lagi kesempatan ke Lampung.