Kamis, 12 Mei 2016

Pahawang ooh Pahawang



 Liburan long weekend kami kemarin tanggal 5 - 8 Mei benar benar luar biasa. Liburan yang seharusnya bisa melihat keindahan alam bawah laut Pulau Pahawang yang terkenal itu apa daya menjadi kacau. Banyak hal berjalan tidak sesuai dengan ittenary yang kami buat sebelumnya namun syukurlah masih bisa berkunjung ke Lampung Selatan pulang pergi dengan selamat dan sempat lihat konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas.
Rencana awal travelling kami ke Lampung  selama 3 hari 2 malam adalah mengunjungi Pulau Pahawang, Teluk Kiluan dan Taman Nasional Way Kambas. Yang paling semangat untuk ke Pulau Pahawang sih saya sendiri  hehehe... karena terbayang akan bersnorkeling ria untuk petama kalinya.  ( iiihh noraknya.... )
Dengan segala perbekalan dan amunisi yang super duper lengkap ( takut kelaparan di jalan, maklum emak2 ) kami berangkat subuh sekitar jam 5 lewat jalan tol ke Merak dan sampai di Pelabuhan Merak jam 11 siang. Langsung ke dermaga kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Tiket kapal sebesar Rp. 347.000 dihitung per kendaraan bukan per penumpang. Penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni sekitar  2 jam.  


Duduk disini gratis, kalo tikar dan bantal sewa Rp. 15.000


Sampai di pelabuhan Bakauheni langsung tancap gas ke arah Bandar Lampung. Nah mulailah petualangan kami.
Karena memang sudah waktunya makan siang kami bermaksud mencari tempat makan di jalan menuju Bandar Lampung. Kebanyakan adanya rumah makan padang yang mana saya kurang begitu suka. Cari cari eeh nemu rumah makan sunda, kuring kuringan gitu.  Ya sudah makan disini saja. Untuk menghemat waktu  supaya cepat kami pesan 4 paket ayam goreng, nasi dan es teh. Sederhana kan ? Tapi  ya itu nunggunya boooooo... 1 1/2 jam cuma buat menu sesederhana itu. Sayang kami ga potret, isinya betul betul cuma nasi, paha ayam goreng sepotong dan sedikit sambal belacan, cuma itu. Beda gambar beda penampakan. Digambar ada lalapan, kenyataannya secuil daunpun tak ada hehehe... Pengunjung rumah makan saat itu ga terlalu ramai sih cuma ada beberapa meja yang terisi. Entah kenapa mereka bisa lama begitu dalam melayani pelanggan. Setengah  mangkel dan bercanda kami bilang kalau rumah makan itu ganti nama saja jadi rumah makan Sabar Menanti, hahahaha.
Setelah makan kami memutuskan untuk melihat lihat ke Taman Nasional Way Kambas yang jaraknya cukup jauh sekitar 2 jam perjalanan. Hayolah, toh rencana ke Pulau Pahawangpun baru besok hari. 
Perjalanan menuju TN Way Kambas cukup lancar, jalanan yang awalnya agak rusak hanya berlangsung beberapa km saja setelah itu lancar jaya. Disana banyak tempat persembahyangan umat Hindu ( pura ).
Kami ke TN Way Kambas hanya berpatokan pada GPS saja dan setelah sampai disana  kami tiba bukan pada pintu gerbang utamanya. Rupanya TN Way Kambas ini memiliki ga cuma satu pintu masuk. Kami bertemu dengan salah seorang penjaga Taman National yang mana katanya  kami salah masuk dan TN Way Kambas sudah tutup sejak jam 4 sore tadi.  Sedangkan kami baru tiba jam 16.45. Ya iyalah wong nunggu di rumah makan aja 11/2 jam belum lagi makannya. Tapi untungnya pak penjaga baik hati. Kami diperbolehkan masuk dengan membayar sukarela saja karena memang saat itu pertunjukan gajah juga sudah selesai. Adanya cuma atraksi mandiin gajah dan foto foto saja. Ya oke lah daripada tidak sama sekali.
Nah ini oleh olehnya dari TN Way Kambas.
 
Ini pintu masuk yang benar








Kalau di Thailand pengunjung bisa ikut memandikan gajah  lho dan itu bayar. Coba kalau di sini juga bisa dibuat paket seperti itu  ya tapi tolong diperbaiki dulu  tempat mandi gajahnya ya Pak, biar agak bersih gitu. Kalau di Thailand gajahnya mandi di sungai bukan di danau kecil gitu, jadi airnya mengalir sehingga kotoran gajah ga mengganggu pemandangan.
Lihat gajah gajah di beri instruksi suruh mandi, suruh duduk atau berjalan koq bisa ngerti yah tuh gajah?  
Setelah puas foto foto kami kembali ke Bandar Lampung dan makan malam dulu di hotel Grand Anugerah.
Hotel Grand Anugerah full booked malam itu, makanannya cukup enak dan harganya juga terjangkau.
Setelah makan malam kami langsung menuju penginapan. Kami menginap di POP Hotel jalan WR. Monginsidi No.56, Durian Payung, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.
Hotelnya lumayan bagus dan bersih. Cuma kamar mandinya portable dan sempit karena memang hotel ini didesign secara minimalis. Kami memesan kamar double untuk 2 orang tapi bisa untuk 4 orang dan mereka ga keberatan karena saat kami meminta tambahan extra bed kamarnya tidak memungkinkan. Untunglah adalah sofa. dapat sarapan gratis pula, free buat 4 orang hehehe...
Keesokan harinya kami bangun, sarapan dan siap siap di jemput tour ke P. Pahawang. Dari yang katanya akan dijemput jam 7 mulur sampai jam 8. 
Kami mengikuti mobil dari tour leader yang kami ikuti untuk paket snorkeling ke Pulau Pahawang ini menuju Ketapang. Sampai di Ketapang nah ini lagi ujian kesabaran yang ke 2 setelah kejadian makan di rumah makan kuring kemarin itu, kami masih harus menunggu rombongan dari Palembang yang kata mereka keretanya datang terlambat. Satu jam kami menunggu, 2 jam..., 3 jam.... 4 jam....hoalaaaaa maaaakkk....
Walaupun kesal  menunggu masih sempat moto pelabuhan ketapang. Cantik juga kalo di foto.
 
Perahu ke P.Pahawang yang sebelah kanan
Jam 12 mereka 10 orang itu baru nongol dan kami baru benar benar berangkat menuju Pulau Pahawang sekitar 12.15. Puanaasnyaaa rek... untung  perahunya ditutupi terpal dan masih ada angin semilir semilir. Perjalanan menuju Pulau Pahawang kurang lebih 45 menit.

Sampai di Pulau Pahawang kirain bisa langsung snorkeling ternyata engga juga. Kami menunggu entah apa yang ditunggu. Saat kami tanyakan katanya kita akan makan siang dahulu. Ok.
Makan siang beres nunggu lagi... jam 2.... jam 3....wooiiii kapan snorkelingnya ???
Tour leadernya bilang kami kehabisan peralatan snorkeling jadi harus menunggu sampai orang orang selesai snorkeling. Whaaaaaattt?? ohh maigad......
Jam 3 sore sang tour leader cuma berhasil mendapatkan 5 alat snorkeling saja sedangkan pesertanya 14 orang ditambah sang tour leader dan satu rekannya. Gimana cara baginya tuh ?
Akhirnya saya memutuskan yang snorkeling hanya 2 anak kami saja sedangkan kami berdua cukup melongo aja deh liatin mereka snorkeling.
Jam 3.30 perahu baru mulai beranjak ke salah satu spot snorkeling. Saya sudah ga lagi memperhatikan nama spot spot tersebut karena  ya mangkel juga sih dan sepanjang perjalanan itu saya mengantuk digoyang goyang ombak gitu. Tapi ya biarpun ngantuk gimana juga tidurnya wong bangkunya saja tidak ada sandarannya. Salah satu alat snorkeling yang dipakai anak saya juga tidak berfungsi dengan baik  ( bocor ) karena air laut masuk ke pipa untuk bernapas, jadi akhirnya dia ga pakai alat itu. yahhh... jadi gimana liat alam bawah lautnya dong ?
Jam 18.00 karena hari sudah mulai gelap diputuskan untuk kembali ke Ketapang. Nah nih ujian ke 3, menjelang 15 menit sebelum sampai di pantai  tanpa aba aba tiba tiba angin bertiup kencang dan berrrrr.....turun hujan lebatttt... ooiiii... dinginnyaa .....
Belum lagi motor perahu mati...ohh...ohh.... Untung ( lagi ) ga begitu jauh dari tepi pantai .  Ga kebayang deh kalau harus terombang ambing di tengah laut dengan motor perahu yang mati dalam keadaan hujan lebat begitu. hiiiiii.... amit amit .... Sambil berbasah kuyup dengan galah panjang si mas tukang perahu berusaha merapatkan perahunya ke pinggir pantai. Sampai di pantai kami semua langsung berhamburan mencari tempat berteduh. Mana mobil kami diparkir agak jauh lageeee... haiyyaaaa....
Jadilah kami basah kuyup diguyur hujan wakakakak..... Karena gak enak hati akhirnya tour leadernya mengembalikan uang kami sebesar Rp. 50.000/orang dari Rp. 185.000/ orang yang kami bayar. Duh mas bukan masalah uang pengembalian tapi masalah waktu dan kesempatan berlibur yang entah kapan kami bisa berlibur lagi ke Pulau Pahawang. Seharusnya kalau memang sudah dapat peserta tour perlengkapan snorkeling sudah disiapkan dari awal  mas jadi ga kehabisan begitu :-(
Untung di mobil kami bawa baju ganti jadi ganti bajulah kami semua di mobil. ( Eiittt... jangan ada yang ngintip yaaa.... )
Ohh ya waktu turun dari perahu di P. Pahawang tas kami yang berisi baju ganti sempat jatuh ke air pula, nyemplung deh. Sebagian basah tapi mo gimana lagi namanya juga ga sengaja terjatuh.
Setelah ganti pakaian kami langsung menuju Bandar Lampung kembali ke POP Hotel. Di tengah perjalanan salah seorang kerabat suami menelpon dan menawarkan agar kami singgah di hotel mereka. Mereka mengundang kami untuk makan malam bahkan menginap di hotel mereka. Sayangnya kami terpaksa harus menolak tawaran menginap tersebut karena anak anak kami akan pulang ke kos nya masing masing hari Minggu. Kami khawatir kalau pulang hari Minggu terjadi kemacetan di jalan. Jadi kami hanya menerima tawaran mereka untuk  singgah makan malam saja. Tuh kan untung lagi. Dengan rambut basah habis kehujanan bayangkan kami makan malam di hotel yang saat itu sedang ramai ramainya dan cuma kami yang basah kuyup... 

Keesokan harinya kami check out hotel dan sebelum menyeberang ke Pelabuhan Merak atas rekomendasi salah seorang teman kami mampir ke tempat oleh oleh Yen Yen dan mengunjungi ikon nya kota Lampung, Menara Sieger sebentar.
Ini tempat oleh oleh Yen Yen.


Toko ini luar biasa sekali. Tokonya memang lebih besar sedikit dari toko toko disebelahnya, tapi ramainya.... luarrrr biasa. Macam antri sembako saja layaknya. Mending kalo gratis, ini bayar. Bayar di kasir saja antri dan berjubel. Saya malas kalau suruh antri begitu, bikin vertigo saya kumat. Saya keluar dan beli di toko sebelahnya, ga pake antri.



Menara Sieger



Rencana ke Teluk Kiluan tidak jadi karena waktunya terlalu mepet. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 4 jam melalui jalan yang berkelok kelok, sebagian rusak dan gelap. Menurut informasi dari penduduk setempat tidak disarankan untuk melakukan perjalanan di malam hari. Sedangkan waktu yang tepat untuk melihat lumba lumba sekitar jam 6 - 8 pagi. Enaknya sih kalau ke Teluk Kiluan tuh kita menginap juga di sana ya, jadi bisa santai.  Lain kali deh kalau ada lagi kesempatan ke Lampung.





Kamis, 28 April 2016

Trip Plan Liburan ke Bangka Belitung

Dapat tawaran liburan ke Bangka Belitung untuk tanggal 25 mei 2016, yippiiiiii......!
Mulai deh cari cari tiket murah dan cara menuju ke Bangka Belitung. Searching tempat tempat wisata dan segala macam akomodasi dan transportasinya. Lumayan sibuk karena waktunya juga cuma tinggal sebulan ditambah pakai note : murah meriah, wahh.... Tahu sendiri kan semakin dekat harga tiket biasanya semakin mahal.
Hasil dari searching didapatlah rute : Jakarta - Tanjung Pandan - Pangkal Pinang - Jakarta lebih murah daripada Jakarta - Pangkal Pinang - Tanjung Pandan - Jakarta.
Jadi kami ambillah rute pertama. Harga tiket yang di dapat untuk rute ini :

Jakarta - Tanjung Pandan Rp. 324.500 by Sriwijaya air
Tanjung Pandan - Pangkal Pinang Rp. 294.000 by Wings air
Pangkal Pinang - Jakarta Rp. 372.100 by Sriwijaya air
Total Jakarta _ Belitung - Bangka - Jakarta Rp. 990.600
 
Untuk akomodasi  selama 3 malam di Belitung kami dapatkan hotel di Sentral City, jalan Veteran no 7, Tanjung Pandan.
Sedangkan untuk transportasi rencananya kami akan sewa mobil / motor selama di Bangka dan Belitung.

Nah setelah dapat tiket , pesan hotel tinggal tunggu deh tanggal mainnya.

Ini persiapan yang kami kumpulkan menjelang trip kami ke Bangka Belitung.

How to get there?

Dari Jakarta bisa naik pesawat menuju Bandara HAS Hanandjoeddin ,Tanjung Pandan yang berada di Pulau Belitung. Atau bila hendak menuju ke Bangka lebih dulu bisa naik pesawat dari Jakarta menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Pulau Bangka.

Penerbangan untuk rute Jakarta - Tanjung Pandan hanya dilayani oleh maskapai Sriwijaya sebanyak 4 kali dalam sehari dan Maskapai batavia sebanyak satu kali dalam sehari. Selain dari Jakarta , penerbangan ke Tanjung Pandan bisa melalui Yogyakarta, Semarang, Medan, Batam, Denpasar dan Palembang. Untuk harga tiket kalian bisa cek di traveloka.com atau nusatrip.com. Saya suka cek juga di airpaz.com atau di skyscanner.com untuk pembanding harga dan waktu keberangkatan. Biasanya kalau bukan di hari libur harga tiket berkisar sekitar Rp. 300.000 an.

Lama perjalanan baik dari jakarta ke Tanjung Pandan ataupun dari Jakarta ke Pangkal Pinang sekitar kurang dari satu jam.

Trus gimana yah caranya menyeberang dari Belitung ke Bangka atau sebaliknya ?

Ada dua cara yaitu dengan :

1. Pesawat.


Lama perjalanan sekitar setengah jam. Harga tiket mulai dari Rp. 300.000 an

2. Kapal cepat/ jetfoil KM Bahari Express.

Lama perjalanan sekitar 4-5 jam. Harga tiket tergantung kelas VIP, eksekutif atau ekonomi

Dari Belitung ke Bangka jadwalnya jatuh pada hari Minggu, Rabu dan Jum at pukul

07.000 WIB. Sedangkan dari Pangkalbalam ke Belitung jatuh pada hari senin, kamis dan sabtu

pukul 11.000 WIB. Selasa libur. Untuk lebih detailnya bisa ditanyakan kepada agen penjualan

tiket.


Transportasi di Bangka Belitung

Transportasi darat di Bangka lebih mudah di dapat dibandingkan dengan di Belitung. Di Pangkal Pinang ada angkutan kota berupa bemo. Atau anda bisa datang ke terminal di daerah Pangkal Pinang dimana disana tersedia bus bus antar kabupaten.

Di Belitung bus antar kabupaten juga ada tapi angkutan kotanya sangat jarang. Bila anda ingin lebih nyaman disarankan untuk sewa mobil, motor atau ojek.

Harga sewa mobil dengan supir tanpa bensin di Bangka dan Belitung sekitarRp. 350.000 per hari. Sewa ojek seharian mulai dari Rp. 100.000 tergantung jarak yang ditempuh. Sedangkan untuk sewa motor sekitarRp. 60.000 per hari. Anda bisa minta tolong carikan sewa kendaraan ini kepada pihak hotel.

Di akhir pekan, sewa mobil/ kendaraan di Bangka dan Belitung seringkali penuh. Ada baiknya jika Anda datang di akhir pekan, sewa mobil/kendaraan sudah Anda pesan jauh hari sebelum keberangkatan.

Nah ini tempat tempat wisata yang ingin kami kunjungi waktu ke Belitung dan Bangka

Tempat wisata di Belitung
 Belitung Barat :

Pantai Tanjung Tinggi

 
  Pantai Tanjung Kelayang


 Danau Kaolin
 Terletak di Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan


Pantai Punai
Berada di sisi tenggara Belitung, desa Tanjung Kelumpang 1,5 - 2 jam dari tanjung Pandan.
sumber : panduanwisata.com
Hoping island ( dermaga Tanjung Kelayang )

Pulau Lengkuas


Pulau Batu Berahu


Pulau Pasir


Pulau Burung


 Kuliner Belitung Barat :
1. Mie Atep
   Jln. Sriwijaya no. 27, Tanjung Pandan< Belitung. Telp. (0719) 21464
2. Rumah makan Belitung Timpok Duluk. Jalan Lettu Mad Daud no. 22, Tanjung Pandan.
   Reservasi dulu. Telp 087825006103
Mie Koba. Jl. Balai no 83 Pangkal Pinang. 0813 6700 1929. (cabang) - See more at: http://wisataseru.com/2010/03/makan-apa-jika-ke-pangkal-pinang-bangka/#sthash.QMsKexrm.dpuf
Mie Koba. Jl. Balai no 83 Pangkal Pinang. 0813 6700 1929. (cabang) - See more at: http://wisataseru.com/2010/03/makan-apa-jika-ke-pangkal-pinang-bangka/#sthash.QMsKexrm.dpuf
Mie Koba. Jl. Balai no 83 Pangkal Pinang. 0813 6700 1929. (cabang) - See more at: http://wisataseru.com/2010/03/makan-apa-jika-ke-pangkal-pinang-bangka/#sthash.QMsKexrm.dpuf

3. Warung kopi Kong Djie
4. Mie Belitung Yamien Nyong Choi, jln Madura, tanjung Pandan
5. Restoran Dynasti. jln. dr Soesilo (Pal 1), Tanjung Pandan
6. RM Diva. jl. Sriwijaya. Sup jagung dan mie rebus kepiting
   Sotong Pangkong, jl. Mat yasin , Tanjung Pandan
   Ganggan kepala ikan ketarap
   RM Sari Laut. Jalan Wahab Aziz No 29. Ketam isi
   Es jeruk kunci 

   
Belitung Timur :
Pantai Nyiur Melambai


 Museum kata
Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur.

sumber : kompasiana.com
Replika SD Muhamadiyah Laskar Pelangi 
Terletak di Kecamatan Gantung, Belitung Timur .
Arah menuju kesana : di ujung perkampungan Gantung belok kanan masuk jalanan tak beraspal lalu belok kiri menyusur tepian danau. Berhenti di tepian danau, Replika SD Laskar Pelangi terlihat berada di atas bukit bertanah putih



Kuliner Belitung Timur

Bakmi Ayam Siu Mie, JL. Sudirman 381, Manggar
D n D Coffee, Jl. Assalam, Manggar
Rumah Makan Fega, Jl. Assalam No. 10, Manggar



Tempat wisata di Pulau Bangka

1. Pantai Parai Tenggiri


2. Pantai Penyusuk



4. Pantai Pasir Padi



5. Pantai Tanjung Pesona



 

Wisata kuliner Bangka :
1,  Mie Koba 
    Jln Balai no. 83, Pangkal Pinang 
2. Otak otak Kon Kim
    Jln. Jend Sudirman no. 54  Gg Aster, Pangkal Pinang
3. Toko kue Athet
    Pasar pagi, Pangkal Pinang ( sebelum jam 7 pagi )
4. Greeng Lesehan
   Jln. Ahmat Yani no. 97, Pangkal Pinang
   Susu kedelai di alun alun Pangkal Pinang
5. Mie Bangka Akau , Jalan Kampung Bintang.
    Mie Bangka, Rumah makan Asu, dekat plaza Ramayana

Update 15 May 2016
Penginapan  2 malam di Bangka dapat di Santika Hotel. Pesan melalui agoda.com
Cerita selengkapnya traveling ke Bangka Belitung bisa dibaca disini











Sabtu, 09 April 2016

Busable wisata di Yogya

Kereta api mengadakan promo buat  tanggal 4 - 30 April 2016  dimana harga yang tertera berlaku untuk pulang pergi.  Yipppi... saatnya traveling lagi.
Nah bagi kalian yang ingin travelling ke Yogyakarta, tapi ga bisa setir motor ataupun mobil atau ingin travelling hemat jangan khawatir, kalian masih bisa mengunjungi beberapa tempat wisata Yogyakarta dan sekitarnya dengan menggunakan bus Trans Jogja.
Ada beberapa tempat wisata di Yogyakarta dan Solo yang bisa dilalui oleh bus, antara lain :

Kebun binatang Gembiraloka
Naik bus Trans Jogya jalur 2A turun di Halte Kusumanegara yang terletak persis di depan gerbang kebun binatang Gembiraloka
 
Candi Prambanan

How to get there ?
Dari halte Malioboro 1 naik bus TransJogya rute 1A . Sekitar 1 jam bus akan berhenti di halte / terminal Prambanan. Dari situ tinggal jalan kaki sedikit atau naik delman/  beca  Rp. 10.000 menuju loket pembelian karcis. Kalau beli tiket terusan ke candi  Ratu Boko maka akan ada shuttle bus gratis  dari pengelola taman wisata  candi menuju candi  Ratu Boko. Bus  ini akan berangkat tiap 10 menit sekali dan pemberangkatan terakhir pukul 15.000 WIB .  Harga tiket terusan Rp. 45.000,-
Baliknya kembali menggunakan bus TransJogya no 1A ke Malioboro.
Kalau pakai bus TransJogya tidak bisa melihat sunset candi  Ratu Boko, harus pakai kendaraan pribadi. Candi Ratu Boko tutup jam 18.00 WIB.
Alternative lain buat kalian  yang berada di luar area Malioboro :
  • Dari Bandara Adisucipto naik bis TransJogja 1A arah Prambanan turun di Candi Prambanan.
  • Dari luar Stasiun Tugu naik bis TransJogja 1A turun di Candi Prambanan
  • Dari Stasiun Lempuyangan naik KA Sriwedari jurusan Solo turun di Stasiun Maguwo (Bandara). Dari sana naik bis  TransJogja 1A arah Prambanan turun di Candi Prambanan.
  •  Dari Terminal Giwangan naik bus Yogya-Solo turun depan Candi Prambanan.
  •  Dari Terminal Jombor naik TransJogja 2B ke Terminal Candung Catur.
     Dari Terminal Candung Catur naik bus TransJogja 3B ke Bandara Adisucipto.
     Dari Bandara naik TransJogja 1A ke Candi Prambanan.

Museum Afandi
Naik bus TransJogya rute 1A dari halte Malioboro turun di Halte Mandala Bakti Wanitatama

Candi Borobudur
Cari bus kearah terminal Jombor. Dari terminal Jombor ada bus kecil seperti metromini cari yang jurusan Jombor Borobudur
Dari terminal Jombor ke candi Borobudur 90 menit Rp. 20.000. Tiba di terminal Borobudur naik becak Rp.10.000
Tiket Rp. 30.000

Jalan jalan ke Solo
Di Solo ada Keraton Solo, Borong Batik di kampung Kauman, Pasar Klewer 
Semua tempat itu saling berdekatan dan bisa di tempuh dengan becak atau jalan kaki.

Dari stasiun Tugu naik kereta api Prameks ( Prambanan Ekspres ) untuk kelas ekonomi atau kereta api Sriwedari. turun di stasiun Purwosari. Keluar dari stasiun Purwosari belok ke kiri menuju halte bus Batik Solo Trans Koridor 1 menyusuri Jalan Slamet Riyadi hingga Jalan Jenderal Sudirman. Moda transportasi lain, yakni becak, andong, taxi, dan ojek juga bisa menjadi alternatif lain menuju Pasar Klewer. Di Pasar Klewer banyak becak yang akan menawarkan jasanya mengantar para pelancong  baik ke kampung batik Kauman atau ke Keraton Solo.Di Solo juga ada penganan yang sangat terkenal yaitu kue serabi Notosuman.


Senin, 04 April 2016

Menikmati sunrise di gunung Bromo

PerjalananSetibanya di Terminal Arjosari, Malang kita harus melanjutkan perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo. Ada beberapa bus yang dapat menjadi alternatif pilihan, diantaranya Bus AKAS dan LADJU tujuan Probolinggo/Jember/Banyuwangi. Tips dalam memilih bus, kalau bisa cari yang PATAS AC. Tarif bus PATAS AC hanya Rp.30.000,- sedangkan tarif bus Ekonomi Rp.18.000,-. Meski sedikit lebih mahal, bus PATAS lebih menguntungkan dari sisi waktu tempuh. Perjalanan pun terasa lebih nyaman karena bus tidak sibuk nyari penumpang lagi di jalan. Jika lancar, perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo hanya membutuhkan waktu tempuh 2 jam.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septiannugroho/tips-backpacker-murah-menikmati-keindahan-bromo_552b104d6ea8345729552d20
Setibanya di Terminal Arjosari, Malang kita harus melanjutkan perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo. Ada beberapa bus yang dapat menjadi alternatif pilihan, diantaranya Bus AKAS dan LADJU tujuan Probolinggo/Jember/Banyuwangi. Tips dalam memilih bus, kalau bisa cari yang PATAS AC. Tarif bus PATAS AC hanya Rp.30.000,- sedangkan tarif bus Ekonomi Rp.18.000,-. Meski sedikit lebih mahal, bus PATAS lebih menguntungkan dari sisi waktu tempuh. Perjalanan pun terasa lebih nyaman karena bus tidak sibuk nyari penumpang lagi di jalan. Jika lancar, perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo hanya membutuhkan waktu tempuh 2 jam.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septiannugroho/tips-backpacker-murah-menikmati-keindahan-bromo_552b104d6ea8345729552d20

Tempat wisata di Jawa timur yang terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya  adalah Gunung Bromo. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang berbondong bondong untuk menyaksikan keindahan alam di Bromo.
Perjalanan ke Gunung Bromo ini saya lakukan di tahun 2015 dengan naik kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Rutenya adalah : Stasiun Pasar Senen - Malang - Stasiun Arjosari - Probolinggo - Cemoro Lawang - Bromo. Dari Stasiun Senen saya menggunakan kereta ekonomi Matarmaja. Dulu sih cuma Rp. 65.000  sekali jalan, sekarang sudah naik jadi Rp. 115.000. Turun di Stasiun kereta api Malang. Kereta berangkat pk. 15.15 tiba di Malang pk 07.50. Sampai di Malang kami muter muter sebentar meluruskan punggung yang pegal  setelah duduk semalaman sambil cari sarapan. Dari informasi yang kami dapat untuk menuju ke stasiun Arjosari kami harus naik angkot yang ada huruf A nya seperti :  AL / ADL/ HA/ AMG.Huruf A ini menandakan kalau angkutan kota ini menuju Arjosari. Taripnya Rp. 3.000. Di sekitar stasiun kereta api banyak yang jual makanan , ada taman juga lumayan buat duduk duduk .

Terminal Arjosari
Dari terminal Arjosari kami nyambung naik bus ke terminal bus Bayuangga, Probolinggo. Tarip bus nya kalo ga salah waktu itu Rp. 30.000. Bus nya Patas AC. Tanya tanya saja sekitar terminal bus yang menuju arah ke terminal Bayuangga. Perjalanan menuju terminal Bayuangga sekitar 2 jam.
Dari terminal Bayuangga kita keluar dari terminal dan di pintu gerbang keluar belok ke kiri , maka akan tampaklah mobil kendaraan umum ELF parkir berjejer. Waktu kami sampai di sana sudah ada beberapa orang anak SMA dan  beberapa wisatawan asing yang sedang menunggu mobil berangkat tapi penumpangnya belum mencukupi. Tanya tanya sama mereka taripnya Rp. 35.000/ orang. Setelah lama menunggu ternyata orangnya masih juga belum mencapai target sampai akhirnya salah seorang supir mengusulkan bagaimana kalau harga sewa mobil Rp. 500.000 di bagi rata dengan jumlah penumpangnya yang ada? Akhirnya karena lama dan bosan menunggu kami sepakat seorang membayar Rp. 45.000. Di sini banyak banyaklah bertanya kepada supir mengenai tempat wisata Bromo dan sekitarnya , umumnya mereka banyak tahu, bahkan mereka menawarkan penginapan juga. Waktu itu saya bergabung dengan anak anak SMA yang semobil dengan saya, kami sepakat untuk sharing cost. Kami mendapat penginapan dimana seorang cukup membayar hanya Rp. 50.000 saja. Janjinya sih ada air panas tapi setelah ditempati boro boro panas, hangatpun tidak hehehe... kena diboongin.
Kepada orang yang sama kami juga menyewa jeep untuk ke Penanjakan 1 dan kawah Bromo.



Untuk makan di sekitar Cemoro Lawang cukup banyak penjual makanan dengan harga terjangkau, jadi ga usah khawatir.
Pagi hari jam 03.30 kami siap untuk mulai mendaki. Pakailah baju hangat karena udaranya cukup dingin. Buat yang lupa bawa baju hangat di Bromo ada yang menjual dari baju hangat, topi sampai sarung tangan. Bahkan kalau tidak mau beli sewa juga bisa. Sewa baju hangat cukup murah Rp. 10.000 saja.
Area Penanjakan 1 merupakan viewpointnya Gunung Bromo karena dari sinilah wisatawan bisa melihat pemandangan sunrise yang menakjubkan. Disini juga banyak yang menjual baju hangat, topi atau syal. Juga ada cafe cafe yang menjual makanan, snack dan kopi. Banyak turis turis asing makan minum di cafe cafe ini.



 



Jalan menuju Penanjakan 1 tidak sulit karena naik mobil  jeep dan menuju viewpointnya juga mudah. Jaraknya cukup dekat dengan tempat mobil diparkir serta jalannya tidak terlalu menanjak.
Setelah puas menikmati sunrise dan berfoto foto kami melanjutkan perjalanan ke kawah Gunung Bromo.
Di area tempat parkir mobil di gunung Bromo akan banyak ditawarkan kuda menuju kawah. Harga sewa kuda bervariasi tergantung seberapa pintar kita menawar. Dari harga Rp. 100.000 bisa turun sampai Rp. 30.000 dan bila sudah dekat dengan tangga yang menuju kawah bisa turun lagi sampai Rp. 20.000. Awalnya saya memutuskan untuk jalan kaki saja karena banyak orang yang melakukannya sambil jalan kaki. Tetapi setelah sampai di tengah tengan jalan menuju tangga puncak kawah Gunung Bromo saya menyerah hahaha... Saya tidak sanggup lagi jalan menaiki bukit sehingga saya memutuskan naik kuda. Disepakati sewa kuda untuk naik saja seharga Rp. 20. 000 karena memang jaraknya sudah dekat sekali. Nanjaknya ga tahan boooo.... Oh ya kuda ini cuma sampai di tangga saja selanjutnya untuk naik tangganya kita harus jalan sendiri menapaki anak tangga satu demi satu sampai ke puncaknya.















Nih mereka anak anak SMA yang gabung dengan saya. Thanks guys !!
Dari kawah Gunung Bromo kalian bisa melanjutkan ke padang rumput Teletubies dan Pasir berbisik dengan naik kuda. Katanya sih harganya bisa lebih murah dibanding dengan sewa jeep. Soal ini saya kurang tahu karena waktu itu ga ke sana.
Selesai ke Gunung Bromo Kami kembali menaiki jeep yang sama untuk kembali ke penginapan dan bersiap siap untuk kembali pulang. Tujuan kami adalah kembali ke Terminal  Bayuangga dan dari sana masing masing kembali melanjutkan perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan kami  ke Malang dan dari Malang kami naik travel ke Pacitan. Cerita mengenai perjalan kami ke Pacitan  bisa kalian baca di sini
Setibanya di Terminal Bayuangga, Probolinggo, perjalanan dilanjutkan menuju Cemoro Lawang dengan kendaraan umum ELF. Kendaraan ini banyak parker di sisi kanan luar Terminal (jadi bukan di dalam terminal Bayuangga). Tarif ELF cukup murah, hanya Rp.35.000,-. Masalah utama, kita harus menunggu ELF penuh terisi (sekitar 15 orang) baru bisa jalan. Waktu tunggu sangat tidak tentu. Adapun waktu tempuh menuju Cemoro Lawang hanya sekitar 1 jam 15 menit

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septiannugroho/tips-backpacker-murah-menikmati-keindahan-bromo_552b104d6ea8345729552d20
Setibanya di Terminal Arjosari, Malang kita harus melanjutkan perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo. Ada beberapa bus yang dapat menjadi alternatif pilihan, diantaranya Bus AKAS dan LADJU tujuan Probolinggo/Jember/Banyuwangi. Tips dalam memilih bus, kalau bisa cari yang PATAS AC. Tarif bus PATAS AC hanya Rp.30.000,- sedangkan tarif bus Ekonomi Rp.18.000,-. Meski sedikit lebih mahal, bus PATAS lebih menguntungkan dari sisi waktu tempuh. Perjalanan pun terasa lebih nyaman karena bus tidak sibuk nyari penumpang lagi di jalan. Jika lancar, perjalanan menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo hanya membutuhkan waktu tempuh 2 jam.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septiannugroho/tips-backpacker-murah-menikmati-keindahan-bromo_552b104d6ea8345729552d20